Merck dengan Promega Kembangkan Teknologi Drug Discovery Berbasis Sel 3D
Merck, perusahaan sains dan teknologi terkemuka, resmi menjalin kemitraan dengan Promega Corporation, pemimpin global teknologi life science yang berbasis di Madison, Wisconsin, AS, untuk bersama-sama mengembangkan teknologi baru yang mendorong kemajuan dalam drug screening dan drug discovery.
Kesepakatan ini memadukan kekuatan Merck dalam organoid dan kimia sintetis dengan teknologi assay dan reporter unggulan Promega. Bersama-sama, kedua perusahaan akan menciptakan assay inovatif yang mampu memantau aktivitas sel secara real-time menggunakan sistem reporter canggih dalam kultur sel tiga dimensi (3D). Model 3D ini—dikenal sebagai organoid—meniru biologi manusia sehingga memungkinkan pengujian pada sistem yang lebih relevan secara fisiologis dibandingkan model dua dimensi (2D) konvensional.
“Kolaborasi kami dengan Promega menunjukkan apa yang dapat dicapai ketika dua perusahaan dengan komitmen ilmiah yang sama bersatu,” ujar Anand Nambiar, Head of Science & Lab Solutions, Life Science Business Merck. “Dengan menggabungkan keahlian organoid Merck dan teknologi reporter Promega, kami ingin menghadirkan high-throughput screening yang membantu peneliti mengidentifikasi kandidat obat yang lebih aman dan efektif bagi penyakit kompleks seperti kanker—lebih cepat dari sebelumnya.”
“Berkolaborasi dengan Merck memungkinkan kami mendorong batasan inovasi dalam drug discovery,” kata Tom Livelli, VP, Life Sciences Products & Services, Promega Corporation. “Menggabungkan kekuatan teknologi kami menciptakan model yang lebih relevan dan mudah diakses, sehingga membuka peluang baru dalam memahami penyakit dan meningkatkan potensi hasil bagi pasien.”
Selain perjanjian utama ini, Merck dan Promega juga menandatangani kesepakatan terpisah untuk mengeksplorasi integrasi Duolink® milik Merck dengan teknologi HiBiT milik Promega. Upaya ini bertujuan menciptakan workflow baru untuk mempelajari interaksi protein di dalam sel, memberikan wawasan lebih dalam terkait sinyal seluler dan mendukung riset biologis maupun obat molekul kecil.
Kemitraan ini menjadi langkah terbaru Merck dalam memperkuat kepemimpinannya di bidang next-generation biology, sekaligus menggabungkan keahlian komplementer untuk menghadirkan gelombang terobosan berikutnya dalam drug discovery. Pada Desember 2024, Merck mengakuisisi HUB Organoids B.V., pelopor teknologi organoid, yang semakin memperluas kemampuan Merck dalam kultur sel 3D dan memperkaya portofolio dengan paten dasar, teknologi model canggih, serta layanan high-throughput screening.
Serangkaian langkah strategis ini menempatkan Merck sebagai pemimpin dalam menyediakan alat riset yang menjembatani penemuan laboratorium menuju keberhasilan klinis.
